Blended Learning sebagai Alternatif Pembelajaran di Tengah Tantangan PJJ
TANGERANG, 12 Maret 2022 — Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar terhadap proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Ketika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih menjadi bagian dari proses pendidikan, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengombinasikan berbagai moda pembelajaran. Salah satu alternatif yang dibahas adalah blended learning, yaitu pembelajaran yang mengombinasikan pembelajaran daring atau online dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Hal tersebut disampaikan Rizal Fahmi, B.A., M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, dalam Webinar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNIS Tangerang, Sabtu (12/3/2022).
Menurut Rizal, penerapan blended learning dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan PJJ, terutama ketika proses pembelajaran menghadapi keterbatasan sarana, kesiapan teknologi, serta kemampuan peserta didik dan pendidik dalam mengikuti pembelajaran daring.
Mengombinasikan pembelajaran daring dan tatap muka untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik.
🏫 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh
Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap sektor pendidikan. Penerapan PJJ menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala yang berasal dari sekolah, siswa, orang tua, maupun guru.
Dari sisi sekolah, masih terdapat keterlambatan dalam penanganan dan perbaikan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran. Ketersediaan sarana pembelajaran jarak jauh juga belum merata.
Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap capaian belajar siswa. Tidak semua siswa memiliki akses yang memadai terhadap pembelajaran daring sehingga proses belajar yang seharusnya berlangsung secara optimal menjadi menghadapi berbagai keterbatasan.
Tantangan juga dirasakan oleh orang tua dan guru. Tidak semua orang tua memiliki sarana pembelajaran elektronik maupun kemampuan untuk menggunakannya. Sementara itu, guru juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi serta menyiapkan materi pembelajaran dalam bentuk digital.
Sarana Sekolah
Ketersediaan dan perbaikan fasilitas pembelajaran jarak jauh masih menjadi tantangan.
Akses Pembelajaran
Tidak semua peserta didik memiliki akses yang memadai terhadap pembelajaran daring.
Peran Orang Tua
Keterbatasan sarana dan kemampuan teknologi dapat menyulitkan pendampingan belajar.
Kesiapan Guru
Guru perlu menyesuaikan metode dan materi pembelajaran dengan kebutuhan digital.
🔄 Blended Learning sebagai Alternatif
Menurut Rizal, konsep blended learning muncul sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi kondisi pembelajaran jarak jauh. Pendekatan tersebut pada dasarnya mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh.
Dengan menggabungkan dua moda pembelajaran, blended learning memberikan ruang bagi pendidik dan peserta didik untuk memanfaatkan kelebihan dari pembelajaran tatap muka sekaligus teknologi pembelajaran daring.
“Konsep pembelajaran dengan blended learning pada intinya mengombinasikan PTM dengan PJJ. Pendekatan ini menjadi alternatif terbaik untuk jenjang pendidikan menengah ke atas.”
— Rizal Fahmi, B.A., M.Pd.
🎓 Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
Salah satu karakteristik blended learning yang disampaikan Rizal adalah pendekatan yang bersifat student centered atau berpusat pada siswa. Dalam pendekatan ini, guru dan dosen tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar.
Peserta didik diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Mereka juga didorong untuk merefleksikan pemahaman yang diperoleh selama proses pembelajaran.
Pembelajaran juga dapat diarahkan pada kegiatan berbasis proyek dan pengalaman lapangan sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dan membangun pemahamannya sendiri.
💡 Mendorong Siswa Lebih Aktif dan Kreatif
Penerapan blended learning juga menuntut guru dan dosen untuk lebih dinamis dalam menciptakan proses pembelajaran. Bahan ajar perlu dikembangkan agar menarik dan dapat dieksplorasi oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Menurut Rizal, sejumlah studi atau penelitian empiris memperlihatkan bahwa metode blended learning dapat meningkatkan antusiasme serta kemampuan analisis dan profesionalitas peserta didik.
Peserta didik juga memperoleh kesempatan untuk melakukan konstruksi pemahaman melalui proses eksplorasi. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi secara pasif.
🌐 Belajar Lebih Fleksibel
Blended learning memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Dengan mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring, proses belajar tidak sepenuhnya bergantung pada satu ruang atau satu moda pembelajaran.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan proses pembelajaran berlangsung dengan variasi moda, subjek, dan mekanisme pembelajaran. Peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk berkembang lebih cepat sesuai dengan kapasitas dan kebutuhannya.
👨🏫 Peran Guru dan Dosen sebagai Fasilitator
Penerapan blended learning tidak hanya mengubah cara peserta didik belajar, tetapi juga menuntut perubahan peran guru dan dosen dalam proses pembelajaran.
Pendidik perlu lebih dinamis dalam merancang pembelajaran dan menyediakan bahan ajar yang menarik. Proses pembelajaran diarahkan agar peserta didik memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi materi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta merefleksikan pemahaman yang diperoleh.
Dengan demikian, pendidik berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik membangun pemahaman melalui berbagai pengalaman belajar, baik secara daring maupun melalui interaksi langsung.
🔄 Kombinasi Moda
🎯 Student Centered
💡 Berpikir Kritis
🌐 Fleksibel
Blended learning menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk merespons berbagai tantangan pembelajaran jarak jauh. Dengan mengombinasikan pembelajaran daring dan tatap muka, pendekatan ini memberikan ruang bagi pendidik dan peserta didik untuk menjalankan proses pembelajaran secara lebih fleksibel.
Bagi peserta didik, pendekatan tersebut membuka kesempatan untuk lebih aktif mengeksplorasi materi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang beragam.
Universitas Islam Syekh-Yusuf
Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur