Estafet Pengabdian Mahasiswa FKIP UNIS Berlanjut, AEES Hadir di Roemah Tawon
Mahasiswa AEES FKIP UNIS mendampingi kegiatan belajar anak-anak di Roemah Tawon, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.
TANGERANG, 12 Januari 2026 — Semangat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Syekh-Yusuf (FKIP UNIS) dalam memberikan kontribusi di masyarakat terus berlanjut. Setelah sebelumnya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HIMADIMI) melaksanakan kegiatan mengajar di Roemah Tawon pada periode 2 Agustus hingga 8 November 2025, kegiatan pendidikan di ruang belajar berbasis komunitas tersebut kemudian dilanjutkan oleh Association of English Education Students (AEES), organisasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNIS.
AEES melaksanakan kegiatan pengajaran dan pendampingan belajar bagi anak-anak di Roemah Tawon, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, selama periode 15 November 2025 hingga 10 Januari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa AEES untuk mengembangkan pengalaman mengajar sekaligus menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan secara langsung dalam kegiatan belajar, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan pendidikan yang lebih beragam.
Kehadiran mahasiswa AEES di Roemah Tawon tidak hanya diarahkan pada kegiatan penyampaian materi, tetapi juga pada proses pendampingan, interaksi, dan membangun suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan peserta didik melalui berbagai aktivitas belajar dan kegiatan bersama yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar.
Dari HIMADIMI hingga AEES, mahasiswa FKIP UNIS terus hadir melalui pendidikan dan pendampingan di masyarakat.
🏡 Roemah Tawon, Ruang Belajar Berbasis Komunitas
Roemah Tawon merupakan ruang belajar berbasis komunitas yang berada di kawasan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Roemah Tawon didirikan oleh empat orang pemuda pada tahun 2013. Para pendirinya memiliki latar belakang sebagai pengamen jalanan sebelum kemudian mengembangkan ruang belajar bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Seiring perkembangannya, Roemah Tawon menjadi ruang yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendampingan pendidikan. Kegiatan di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang interaksi, pengembangan kreativitas, serta pembentukan kebiasaan positif.
Lingkungan belajar yang sederhana menjadi bagian dari karakter Roemah Tawon. Proses pendidikan berlangsung melalui interaksi antara anak-anak dengan para pengajar maupun relawan dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan masyarakat.
Sumber informasi: Kompas.com, “Mengenal Roemah Tawon, Tempat Belajar Anak Jalanan di Pinggiran Rel Tanah Tinggi.”
Suasana kegiatan belajar bersama anak-anak Roemah Tawon dalam pendampingan mahasiswa AEES FKIP UNIS.
📚 AEES Membawa Pengalaman Pendidikan ke Masyarakat
Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, keterlibatan dalam kegiatan di Roemah Tawon menjadi pengalaman penting untuk memahami bahwa proses pendidikan tidak selalu berlangsung dalam ruang kelas formal. Mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kondisi peserta didik, lingkungan belajar, serta karakter anak yang beragam.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa AEES belajar membangun komunikasi dengan anak-anak, menciptakan suasana yang nyaman, serta mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan pembelajaran. Interaksi langsung dengan peserta didik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pedagogis sekaligus kemampuan interpersonal yang dibutuhkan seorang calon pendidik.
Pengalaman belajar bersama masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menjadi pendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memahami peserta didik, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong anak untuk terus berkembang.
AEES FKIP UNIS
Mahasiswa AEES mendampingi anak-anak dalam kegiatan belajar dan interaksi bersama.
🎓 Dari Ruang Kelas ke Ruang Masyarakat
Kegiatan di Roemah Tawon memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung berbagai dinamika dalam proses pembelajaran. Anak-anak yang mengikuti kegiatan memiliki karakter, usia, dan tingkat kemampuan yang beragam sehingga mahasiswa perlu menggunakan pendekatan yang fleksibel dan komunikatif.
Kondisi tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Kompetensi yang dibutuhkan seorang calon pendidik tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan memahami peserta didik, mengelola interaksi, membangun motivasi, serta menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan situasi.
Dengan terlibat secara langsung, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan sosial sekaligus memahami bahwa pendidikan dapat hadir melalui berbagai ruang dan bentuk. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Interaksi dan pendampingan menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa AEES di Roemah Tawon.
🤝 Pendidikan sebagai Bentuk Pengabdian
Keterlibatan AEES di Roemah Tawon menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengajaran dan pendampingan, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai pembelajar di perguruan tinggi, tetapi juga mulai mengambil bagian dalam proses pendidikan di masyarakat.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa selama proses akademik dapat diterapkan dalam situasi nyata, sementara pengalaman di lapangan memberikan pembelajaran baru yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.
Bagi anak-anak Roemah Tawon, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan pengalaman belajar dan interaksi dengan lingkungan pendidikan yang lebih luas. Bagi mahasiswa AEES, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar memahami masyarakat sekaligus mengembangkan sikap sebagai calon pendidik yang peduli, adaptif, dan mampu berkomunikasi dengan berbagai karakter peserta didik.
Kebersamaan mahasiswa AEES dan anak-anak menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang bermakna di Roemah Tawon.
🔄 Melanjutkan Kontribusi Ormawa FKIP UNIS
Kegiatan AEES di Roemah Tawon juga memperlihatkan kesinambungan kontribusi organisasi mahasiswa FKIP UNIS. Setelah HIMADIMI menyelesaikan rangkaian kegiatan mengajar pada 8 November 2025, kegiatan pendidikan di Roemah Tawon dilanjutkan oleh AEES mulai 15 November 2025.
Kesinambungan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan tidak berhenti pada satu program atau satu organisasi. Masing-masing organisasi mahasiswa dapat memberikan kontribusi sesuai dengan karakteristik dan kompetensi bidangnya.
Bagi FKIP UNIS, keterlibatan HIMADIMI dan AEES dalam kegiatan pendidikan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang mempertemukan kompetensi akademik, kepedulian sosial, dan praktik nyata di lapangan.
Kegiatan pengajaran dan pendampingan yang dilaksanakan selama periode 15 November 2025 hingga 10 Januari 2026 diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun anak-anak di Roemah Tawon. Bagi mahasiswa AEES, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kompetensi mengajar, komunikasi, kreativitas, serta kepedulian sosial melalui pengalaman langsung di masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, FKIP UNIS terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami pendidikan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kehadiran AEES di Roemah Tawon menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris untuk tumbuh sebagai calon pendidik yang kompeten, adaptif, komunikatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Galeri AEES di Roemah Tawon





AEES FKIP UNIS
Wadah pengembangan kompetensi akademik, komunikasi global, kepemimpinan, kreativitas, serta kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur
Menguatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan membangun lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dunia kerja.