FKIP UNIS Tumbuhkan Jiwa Edupreneur melalui Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Agus Hasanudin menyampaikan pengalaman dan inovasi berbasis kearifan lokal dalam kegiatan Praktisi Mengajar FKIP UNIS.
Tangerang, 22 Juli 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Syekh-Yusuf (FKIP UNIS) menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar bertema “Fostering Entrepreneurial Competence through Local Wisdom-Based Innovation” pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 09.00–11.45 WIB, bertempat di Bawa Nesto Caffe.
Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara FKIP UNIS dan Yayasan Topi Bambu Kabupaten Tangerang yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Melalui program Praktisi Mengajar, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung dari praktisi dan pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan berdaya saing global.
Mengembangkan kompetensi kewirausahaan melalui inovasi berbasis kearifan lokal.
🎋 Agus Hasanudin, Praktisi yang Mengangkat Potensi Lokal
Praktisi yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Agus Hasanudin, Founder Topi Bambu dan Mangrove Nusantara. Dalam pemaparannya, Agus membagikan perjalanan dan pengalaman membangun usaha Topi Bambu hingga mampu menembus pasar ekspor serta menjadi salah satu ikon khas Kabupaten Tangerang.
Agus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kreativitas, keberanian berinovasi, serta kemampuan membaca potensi yang terdapat di lingkungan sekitar. Kearifan lokal, menurutnya, dapat menjadi modal penting dalam membangun usaha apabila dikelola secara kreatif dan profesional.
Suasana kegiatan Praktisi Mengajar FKIP UNIS bersama praktisi dan mahasiswa.
☕ Inovasi Kopi Mangrove Berbasis Potensi Pesisir
Selain membahas pengembangan Topi Bambu, Agus juga memaparkan inovasinya dalam mengembangkan produk kopi yang memadukan biji kopi robusta dengan buah mangrove. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan produk khas pesisir yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sosial dan ekologis.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula bedah buku berjudul “Kopi Mangrove Tangerang: Secangkir Cerita dari Pesisir”. Buku tersebut mengangkat cerita mengenai proses pengembangan kopi mangrove, potensi sumber daya wilayah pesisir, serta perjuangan masyarakat dalam menciptakan produk inovatif yang berbasis pada kekayaan alam dan budaya lokal.
Dokumentasi bedah buku “Kopi Mangrove Tangerang: Secangkir Cerita dari Pesisir”.
Agus menyampaikan bahwa kopi mangrove tidak hanya menawarkan cita rasa dan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga mempunyai potensi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Pengembangan inovasi berbasis mangrove tidak hanya berbicara mengenai produk yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat potensi ekologis untuk menjaga lingkungan, sekaligus potensi ekonomi untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat pesisir,” ungkap Agus.
AGUS HASANUDIN · FOUNDER TOPI BAMBU DAN MANGROVE NUSANTARA
💡 Inovasi Menjadi Kunci Menciptakan Peluang Usaha
Menurutnya, inovasi merupakan salah satu kunci dalam menciptakan peluang usaha baru. Ketika potensi lokal dikembangkan dengan pengetahuan, kreativitas, dan strategi bisnis yang tepat, produk yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Mahasiswa mengikuti kegiatan Praktisi Mengajar sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.
🎓 FKIP UNIS Perkuat Konsep FKIP Edupreneur
Dekan FKIP Universitas Islam Syekh-Yusuf menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dan wirausahawan inspiratif seperti Agus Hasanudin merupakan bagian dari komitmen FKIP UNIS dalam mengembangkan konsep FKIP Edupreneur.
“FKIP UNIS serius mengusung tagline dan semangat FKIP Edupreneur. Kami berharap lulusan FKIP tidak hanya mampu berperan dan berkontribusi dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi kewirausahaan sehingga dapat menciptakan inovasi, membuka lapangan pekerjaan, serta menjadi wirausahawan yang mampu bersaing di tingkat global,” tegas Dekan FKIP UNIS.
DEKAN FKIP UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF
Praktisi bersama mahasiswa dalam rangkaian kegiatan Praktisi Mengajar FKIP UNIS.
Kegiatan Praktisi Mengajar ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya mengintegrasikan kompetensi pendidikan, kewirausahaan, inovasi, dan kearifan lokal. Mahasiswa juga diharapkan mampu melihat permasalahan dan potensi yang ada di lingkungannya sebagai peluang untuk menciptakan produk maupun usaha yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi, dunia usaha, dan masyarakat, FKIP UNIS terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan dunia kerja. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata FKIP UNIS dalam mempersiapkan lulusan yang unggul di bidang pendidikan, kreatif dalam berinovasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan berkelas global.
Foto bersama peserta, praktisi, dan tim dalam kegiatan Praktisi Mengajar FKIP UNIS.
Galeri Praktisi Mengajar
Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur
Menguatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan membangun lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dunia kerja.








