Ainun Berliana: Dari Hobi Membaca, Tumbuh Menjadi Penulis Berprestasi
TANGERANG, 18 Maret 2022 — Bagi Ainun Berliana, menulis bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Berawal dari kegemarannya membaca, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang tersebut tumbuh menjadi sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan penulisan, baik di dalam maupun di luar kampus.
Ketertarikan Ainun terhadap dunia penulisan telah tumbuh sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, ia mulai mencoba menulis sebuah novel berjudul Setitik Harapan. Dari pengalaman tersebut, ketertarikannya terhadap dunia tulis-menulis terus berkembang hingga saat ini.
Perjalanan tersebut juga membuahkan sejumlah prestasi. Ainun tercatat telah memenangkan tiga perlombaan tingkat lokal dan nasional, serta memiliki pengalaman sebagai penulis buku antologi cerpen, juara dua musikalisasi puisi, dan penulis terpilih dalam event puisi nasional.
Dari membaca, menemukan imajinasi, kemudian menuangkannya menjadi tulisan.
📖 Berawal dari Hobi Membaca
Ketertarikan Ainun terhadap menulis tidak muncul begitu saja. Kebiasaan membaca menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk mulai mengenal dan menikmati dunia penulisan.
Menurut Ainun, membaca membuat seseorang memiliki imajinasi dan gambaran tersendiri terhadap alur cerita yang dibangun oleh penulis. Dari pengalaman membaca tersebut, ia kemudian terdorong untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam pikirannya melalui tulisan.
Bagi Ainun, membaca dan menulis menjadi dua kegiatan yang saling berkaitan. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula gagasan dan perspektif yang dapat dikembangkan menjadi sebuah tulisan.
“Menurut aku, dengan membaca itu bikin kita punya imajinasi dan bayangan tersendiri dari alur yang dibuat si penulis. Dari situ aku mulai suka nulis buat nuangin apa yang ada di isi kepala.”
— Ainun Berliana
✍️ Menulis dari Mengisi Waktu hingga Menjadi Kebiasaan
Pada awalnya, Ainun menjadikan menulis sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Namun, kebiasaan tersebut perlahan berkembang menjadi bagian dari kesehariannya.
Seiring berjalannya waktu, Ainun justru merasa semakin menikmati proses menulis. Ia tidak lagi sekadar menulis ketika memiliki waktu luang, tetapi mulai menyediakan waktu khusus untuk menulis.
“Sekadar buat ngisi waktu luang aja. Lama-lama aku kecanduan juga sama nulis. Jadi bukan menulis di waktu luang, tapi meluangkan waktu untuk menulis.”
— Ainun Berliana
Menulis juga memberikan pengalaman positif bagi Ainun. Ia mengaku mendapatkan banyak energi positif setelah menulis dan menikmati proses menuangkan gagasan melalui kata-kata.
💡 Menghadapi Tantangan dalam Menulis
Perjalanan menjadi penulis juga tidak selalu berjalan mudah. Salah satu kendala yang pernah dialami Ainun adalah ketika kehilangan ide yang sebelumnya telah tersimpan dalam pikirannya.
Kondisi tersebut terkadang membuatnya harus kembali memikirkan gagasan yang akan ditulis. Selain kehilangan ide, Ainun juga pernah merasa ragu untuk membagikan atau mengunggah tulisannya karena khawatir terhadap penilaian orang lain.
Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Ainun dalam membangun keberanian untuk terus berkarya. Ia menyadari bahwa rasa takut terhadap penilaian orang lain tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk menunjukkan hasil karyanya.
🏆 Menulis dan Meraih Prestasi
Konsistensi Ainun dalam dunia penulisan turut membawanya mengikuti berbagai perlombaan. Hingga saat ini, ia telah memenangkan tiga perlombaan tingkat lokal dan nasional.
Selain prestasi tersebut, Ainun juga tercatat sebagai penulis buku antologi cerpen, meraih Juara 2 Musikalisasi Puisi, serta menjadi penulis terpilih dalam event puisi nasional.
🎓 Kampus Memberikan Dukungan
Sebagai mahasiswa FKIP UNIS, Ainun juga mendapatkan dukungan dari kampus ketika mengikuti berbagai perlombaan. Dukungan tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin bersemangat untuk terus mengembangkan kemampuan menulis.
Ainun mengaku sempat merasa bingung bagaimana menyampaikan keinginannya untuk mengikuti perlombaan, terutama ketika proses perkuliahan dilakukan secara daring. Namun, ketika menyampaikan informasi mengenai perlombaan kepada Ketua Program Studi, ia mendapatkan dukungan dan motivasi.
Dukungan dari lingkungan akademik tersebut menjadi dorongan bagi Ainun untuk terus mencoba berbagai kesempatan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Sekarang setiap ada perlombaan dan bilang ke Kaprodi disupport banget. Bener-bener dikasih motivasi yang bikin aku lebih semangat lagi.”
— Ainun Berliana
🌱 Terus Bertumbuh melalui Karya
Perjalanan Ainun menunjukkan bahwa sebuah karya dapat berawal dari kebiasaan sederhana. Kegemarannya membaca menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia penulisan, kemudian berkembang menjadi aktivitas yang dilakukan secara lebih konsisten.
Proses tersebut juga memperlihatkan bahwa prestasi tidak selalu hadir secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba, konsistensi dalam berkarya, serta kemauan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses kreatif.
Bagi mahasiswa, pengalaman Ainun dapat menjadi inspirasi bahwa potensi yang dimiliki dapat dikembangkan melalui kegiatan yang sesuai dengan minat dan ketekunan masing-masing.
Ainun Berliana
Penulisan
3 Perlombaan Lokal & Nasional
Penulis Buku Antologi Cerpen
Juara 2 Musikalisasi Puisi
Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur
Mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya, meraih prestasi, dan terus bertumbuh melalui pengalaman akademik maupun nonakademik.