Zindan Baynal Hubi: Pendidikan Menjadi Kunci untuk Membangun Diri
TANGERANG, 18 Maret 2024 — Bagi Zindan Baynal Hubi, S.Pd., M.Pd., pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, tetapi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun diri dan menentukan arah kehidupan. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang ini juga mendapat amanah sebagai Kepala Unit Penjaminan Mutu FKIP UNIS.
Zindan mulai bergabung dengan UNIS Tangerang pada tahun 2020. Sebelum menjadi bagian dari keluarga FKIP UNIS, ia pernah menjadi dosen di Universitas Pancasakti Tegal selama kurang lebih satu tahun.
Bergabung dengan UNIS menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional Zindan. Selain menjalankan tugas sebagai dosen, ia juga dipercaya untuk berkontribusi dalam penguatan penjaminan mutu di lingkungan fakultas.
“Dengan pendidikan, apapun yang kamu inginkan akan mengikuti di belakang.”
🎓 Mengawali Perjalanan sebagai Dosen
Ketertarikan Zindan terhadap dunia pendidikan mulai tumbuh ketika dirinya menempuh pendidikan Strata 1 (S1). Saat itu, ia tertarik melihat bagaimana seorang dosen menjalankan proses pembelajaran dan berinteraksi dengan mahasiswa.
Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi keinginan untuk menekuni profesi sebagai dosen. Setelah menyelesaikan pendidikan, Zindan sempat mengajar di Universitas Pancasakti Tegal sebelum akhirnya bergabung dengan UNIS Tangerang pada tahun 2020.
Menurutnya, menjadi dosen memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mengajar di ruang kelas. Seorang dosen perlu terus menunjukkan karya, kinerja, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan tuntutan profesi.
“Kita harus bisa langsung shuttle dan running dalam profesi dan pekerjaan. Kita juga harus menunjukkan karya dan kinerja.”
— Zindan Baynal Hubi, S.Pd., M.Pd.
🏛️ Menjalankan Amanah di Bidang Penjaminan Mutu
Sebagai dosen muda, Zindan merasa bersyukur ketika mendapatkan amanah sebagai Kepala Unit Penjaminan Mutu FKIP UNIS Tangerang. Amanah tersebut menjadi motivasi baginya untuk memberikan kinerja secara maksimal.
Perjalanannya dalam bidang penjaminan mutu dimulai ketika ia mengikuti kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) pada tahun 2021. Setelah sekitar satu tahun bergabung dengan UNIS Tangerang, ia mendapatkan pelatihan AMI selama tiga hari.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pengembangan peran Zindan dalam penjaminan mutu, termasuk ketika terdapat kebijakan terkait gugus kendali mutu di lingkungan fakultas.
Menurut Zindan, keberadaan unit penjaminan mutu di tingkat fakultas memiliki peran strategis. Tidak semua perguruan tinggi memiliki unit penjaminan mutu yang bekerja secara internal pada lingkup fakultas, sehingga keberadaannya perlu dipahami sebagai bagian penting dari penguatan budaya mutu.
📊 Penjaminan Mutu sebagai Bagian dari SPMI
Zindan memandang Lembaga Penjaminan Mutu memiliki peran penting dalam menjalankan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat universitas.
Penjaminan mutu menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana mutu yang berjalan di lingkungan perguruan tinggi telah sesuai dengan standar dan ketentuan yang ditetapkan.
Bagi Zindan, penjaminan mutu tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan administratif semata. Penjaminan mutu merupakan bagian dari upaya memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan standar sekaligus membuka ruang untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.
🌱 Pendidikan sebagai Kunci Kehidupan
Di luar tugasnya sebagai dosen dan pengelola penjaminan mutu, Zindan memiliki pandangan yang kuat mengenai pentingnya pendidikan dalam kehidupan.
Menurutnya, terdapat berbagai kondisi yang dapat membuat seseorang merasa nyaman dalam kehidupannya. Salah satunya adalah kondisi kehidupan yang nyaman sejak lahir. Namun, pendidikan menjadi salah satu jalan yang dapat membantu seseorang mengembangkan dan mengubah dirinya.
Pendidikan, menurut Zindan, bukan hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pendidikan juga menjadi bagian dari proses membangun diri, mengembangkan kemampuan, serta membentuk bagaimana seseorang menempatkan dirinya di tengah masyarakat.
“Kenapa pendidikan? Karena apapun itu harus terdidik. Dalam membangun diri dan membranding diri itu pendidikan, di masyarakat pendidikan itu nomor satu.”
— Zindan Baynal Hubi, S.Pd., M.Pd.
Pandangan tersebut juga mengingatkan bahwa pendidikan dapat menjadi bekal bagi seseorang dalam menentukan arah kehidupan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
🚀 Mendorong Mahasiswa untuk Aktualisasi Diri
Kepada mahasiswa, Zindan berpesan agar generasi muda tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mahasiswa perlu terus meningkatkan aktualisasi diri dan membangun kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, mahasiswa juga perlu membangun personal branding secara luas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menunjukkan karya, mengembangkan kemampuan, dan berani mengambil peran dalam berbagai aktivitas yang positif.
Namun, kemampuan intelektual saja tidak cukup. Zindan menekankan pentingnya membangun kecerdasan emosional agar mahasiswa mampu memahami, mengendalikan, dan menempatkan dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain.
Keseimbangan antara kemampuan kognitif dan kecerdasan emosional menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat.
📚 Perjalanan Pendidikan dan Organisasi
Perjalanan akademik Zindan dibangun melalui pendidikan dan berbagai pengalaman organisasi. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2017 dengan IPK 3,67 dan predikat cumlaude.
Pendidikan kemudian dilanjutkan pada jenjang Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan. Zindan menyelesaikan pendidikan tersebut pada tahun 2019 dengan IPK 3,82 dan predikat cumlaude.
Selain pendidikan formal, Zindan juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri dan perjalanan intelektualnya.
Universitas Pendidikan Indonesia
Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan • IPK 3,67 • Cumlaude
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan • IPK 3,82 • Cumlaude
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
2014–2017
Pengurus Komisariat UPI
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UPI
2015–2016
Ketua Divisi Hubungan Masyarakat
Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Cabang Kota Bandung
2019–2023
Bendahara
Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana UPI
2017–2018
Pengurus Bidang Advokasi dan Pengabdian Masyarakat
Forum Intelektual Muda Nahdliyin (FIMNA)
2019–2023
Ketua Divisi Bidang Pengkajian dan Intelektual
Perjalanan Zindan Baynal Hubi memperlihatkan bahwa pendidikan, pengalaman, karya, dan kemampuan berorganisasi dapat menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun diri.
Bagi mahasiswa FKIP UNIS, pesan Zindan menjadi pengingat untuk terus meningkatkan aktualisasi diri, membangun personal branding, mengembangkan kecerdasan emosional, serta tidak berhenti belajar dalam setiap proses kehidupan.
FKIP Universitas Islam Syekh-Yusuf
Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur — menguatkan kompetensi, pengalaman, dan karakter mahasiswa untuk menjadi pendidik yang profesional, adaptif, dan berkontribusi bagi masyarakat.