Skip to main content
Aisha Nadya

Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda, Aisha Nadya: "Berani Cerita Bukan Berarti Lemah"

🧠 Pendidikan & Kesehatan Mental
FKIP Universitas Islam Syekh-Yusuf Peduli Kesehatan Mental Generasi Muda

Tangerang, 18 Maret 2024 — Kepedulian terhadap kesehatan mental generasi muda menjadi perhatian Aisha Nadya, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang sekaligus Kepala UPT Bimbingan Konseling (BK) UNIS.

Aisha memiliki pengalaman di bidang pendampingan dan pendidikan. Ia mengawali karier sebagai terapis anak berkebutuhan khusus di Bandung pada tahun 2012. Selain menjalankan tugas sebagai dosen FKIP UNIS, Aisha juga aktif sebagai penulis dan memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut Aisha, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental merupakan perkembangan yang positif. Generasi muda saat ini mulai lebih terbuka dalam membicarakan kondisi emosional dan psikologis yang mereka alami.

KESEHATAN MENTAL GENERASI MUDA

Kesadaran terhadap kesehatan mental penting, tetapi memahami kondisi diri dengan tepat juga tidak kalah penting.

🧠 Kesadaran Kesehatan Mental Perlu Diiringi Pemahaman yang Tepat

Aisha mengapresiasi semakin banyaknya generasi muda yang mulai peduli terhadap kesehatan mental. Menurutnya, kesadaran tersebut merupakan langkah awal yang penting agar seseorang dapat lebih memahami kondisi dirinya.

Namun, ia mengingatkan agar meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental tidak kemudian mendorong seseorang melakukan self-diagnosis atau mendiagnosis kondisi dirinya sendiri tanpa mendapatkan penilaian dari pihak yang memiliki kompetensi.

Ia mencontohkan penggunaan istilah seperti stres, depresi, atau bipolar yang terkadang digunakan secara sembarangan untuk menggambarkan kondisi emosional sehari-hari. Menurut Aisha, persoalan kesehatan mental yang sebenarnya dapat menjadi proses yang panjang dan membutuhkan pendampingan yang tepat.

“Saat ini orang-orang sudah mulai sadar dengan kesehatan mental. Saya senang sebagai orang yang bekerja pada bidang kesehatan mental.”

— Aisha Nadya

🎬 Media Turut Membuka Percakapan tentang Kesehatan Mental

Perhatian terhadap isu kesehatan mental juga semakin terlihat dalam berbagai produk budaya populer. Aisha menilai kehadiran film dan drama yang mengangkat persoalan kesehatan mental dapat membantu membuka ruang percakapan mengenai isu tersebut di kalangan generasi muda.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah drama Korea yang semakin banyak mengangkat tema kesehatan mental. Menurutnya, pembahasan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat selama tetap disikapi secara bijak dan tidak digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosis diri sendiri.

🌱 Belajar Mengenali dan Menerima Perasaan

Menurut Aisha, salah satu langkah awal dalam menjaga kesehatan mental adalah membangun kesadaran terhadap kondisi diri. Seseorang perlu belajar mengenali apa yang sedang dirasakan, termasuk ketika mengalami kesedihan atau kondisi emosional yang kurang baik.

Ia menjelaskan bahwa terkadang seseorang justru berusaha secepat mungkin menghilangkan rasa sedih yang sedang dialaminya. Padahal, kemampuan untuk menyadari dan menerima perasaan tersebut dapat menjadi bagian dari proses memahami diri.

Kesadaran tersebut bukan berarti membiarkan diri berada dalam kondisi yang tidak baik, tetapi memberikan ruang untuk memahami apa yang sedang dialami dan menentukan langkah yang tepat untuk menghadapinya.

❤️ Mencintai Diri Sendiri sebagai Bagian dari Proses

Aisha juga mengingatkan generasi muda mengenai pentingnya mencintai dan memperhatikan diri sendiri. Menurutnya, seseorang perlu memastikan dirinya berada dalam kondisi yang cukup baik sebelum berusaha membantu orang lain.

Ia menggunakan perumpamaan tabung oksigen untuk menggambarkan pentingnya merawat diri. Seseorang tidak dapat memberikan bantuan secara optimal kepada orang lain apabila dirinya sendiri masih membutuhkan pertolongan.

“Seperti tabung oksigen, kamu tidak bisa ngasih tabung oksigen kepada orang lain selama kamu masih membutuhkan itu. Kita gak bisa baik sama orang kalau kita gak baik sama diri sendiri.”

— Aisha Nadya

💬 Berani Bercerita Bukan Berarti Lemah

Bagi Aisha, ketika seseorang sedang merasa sedih atau berada dalam kondisi yang tidak baik, hal tersebut bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai kelemahan. Setiap orang dapat mengalami masa sulit dan membutuhkan ruang untuk membicarakan apa yang sedang dirasakan.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk berani bercerita kepada orang yang tepat, terutama ketika membutuhkan bantuan dalam menghadapi persoalan yang dirasakan.

Mencari bantuan profesional bukan berarti seseorang lemah. Sebaliknya, langkah tersebut dapat menjadi bentuk keberanian untuk memahami diri, berkembang, dan memperoleh dukungan yang sesuai.

LAYANAN UNTUK MAHASISWA & ALUMNI UNIS

Butuh Tempat untuk Bercerita?

Mahasiswa UNIS tidak harus menghadapi persoalan seorang diri. Bagi mahasiswa yang membutuhkan ruang untuk bercerita, berkonsultasi, atau mendapatkan pendampingan, tersedia layanan melalui UPT Psikologi dan Pusat Karir Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang.

🧠
Konsultasi Psikologi
Ruang untuk berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan.
💬
Bimbingan Konseling
Pendampingan bagi mahasiswa dalam menghadapi persoalan.
🎯
Pengembangan Karier
Dukungan pengembangan karier dan kesiapan dunia kerja.
💼
Penempatan Kerja
Informasi dan layanan peluang kerja.
📍 LOKASI LAYANAN

Gedung B UNIS Lantai 2
Jalan Syekh Yusuf No. 10, Babakan,
Kota Tangerang, Banten

🌱 Menjadi Lebih Baik dengan Memahami Diri

Pesan Aisha menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu berarti harus menunggu sampai seseorang menghadapi persoalan yang berat. Mengenali diri, memberikan ruang terhadap perasaan, dan membangun komunikasi dengan orang yang tepat dapat menjadi bagian dari proses untuk terus bertumbuh.

Bagi mahasiswa dan alumni Universitas Islam Syekh-Yusuf yang membutuhkan ruang untuk berkonsultasi, bercerita, atau mendapatkan pendampingan, layanan dapat diakses melalui UPT Psikologi dan Pusat Karir Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang. Unit ini menyediakan layanan bimbingan konseling, pengembangan karier, penempatan kerja, serta konsultasi psikologi.

PROFIL

Aisha Nadya

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang dan Kepala UPT Bimbingan Konseling UNIS.

Pendidikan 
S1 Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
S2 Bimbingan dan Konseling
S3 Ilmu Pendidikan 
Pengalaman Profesional 
Terapis anak berkebutuhan khusus, dosen, penulis, dan Kepala UPT Bimbingan Konseling UNIS. 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Rumah Calon Pendidik dan Edupreneur

Menguatkan kompetensi, kepedulian, dan kesiapan mahasiswa untuk berkembang sebagai calon pendidik serta berkontribusi bagi masyarakat.

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.